Kategori: Ensiklopedi Islam Nusantara

Bisyaroh

Pengertian Bisyaroh Secara bahasa berasal dari kata Bahasa Arab Bisya<rah yang berarti kabar gembira, dalam arti sebuah kabar gembira yang Allah turunkan kepada umatnya, baik melalui al-Qur’an maupun ucapan rasul. Umumnya dalam masyarakat Indonesia, istilah bisyaroh merupakan tanda terima kasih atas jasa yang telah dilakukan seseorang yang diminta untuk melakukan sesuatu dalam hal ibadah. Istilah Bisyaroh, lebih sering kita dengar dalam dunia Pondok Pesantren, dibandingkan dengan yang ada di masyarakat. Makna Bisyaroh dalam pondok pesantren…

 Leave a Comment on Bisyaroh    Posted in Ensiklopedi Islam Nusantara, NU Tagged

Berkah/Berkat/Barokah

Kata “berkah” atau “berkat” atau “barokah” berasal dari bahasa arab al-barakah (البركة). Di dalam kamus-kamus Arab, al-barakah memiliki arti pertumbuhan, pertambahan, kebaikan. Jika mengkaji konteks makna berkah yang ada di dalam Al-Qur’an dan hadits, maka berkah mengandung makna “manfaat” atau inti dari kebaikan sesuatu. Ar-Râghib al-Asfihânî mendefinasikan al-barakah sebagai “tsubût al-khair al-ilâhî fî syai’ (tetapnya kebaikan Tuhan di dalam sesuatu).” (al-Asfihânî, 2000:87). Sementara dalam kamus Al-Munawwir, kata ini diterjemahkan sebagai nikmat (Munawwir, 1997:78). Dengan demikian,…

 Leave a Comment on Berkah/Berkat/Barokah    Posted in Ensiklopedi Islam Nusantara Tagged

BEJANJEN

Pada umumnya, hari kelahiran Nabi Muhammad SAW disebut Mawlid, sebuah istilah kata yang juga sering berarti peringatan-peringatan yang diselenggarakan pada hari kelahiran Nabi Muhammad, tanggal 12 Rabiul Awwal. Di Jawa, bulan Rabiul Awwal dinamakan bulan mulud (diambil dari kata maulid, sebuah nama yang menunjukkan bulan kelahiran Nabi). Istilah lain dari Maulid adalah milad (hari kelahiran, ulang tahun) dan partisip pasif mawlud, dari akar kata bahasa Arab walada. (Annemarie Schimmel, 1995:200). Masyarakat Muslim di berbagai Negara…

 Leave a Comment on BEJANJEN    Posted in Ensiklopedi Islam Nusantara Tagged ,

Bedug

Bedug merupakan sebuah alat yang terbuat dari batang kayu yang berdiameter lebar dengan lubang pada bagian tengahnya sehingga membentuk tabung dan kedua sisinya  ditutup menggunakan kulit binatang seperti  kulit kerbau, kulit sapi atau kulit kambing  yang sudah dikeringkan yang berfungsi  sebagai membran. Penggunaan alat ini dengan  cara memukul membran atau kulit pada kedua  sisi bedugnya dengan menggunakan tongkat kayu yang akan menimbulkan suara yang berat  dan khas dan dimungkinkan dapat terdengar  hingga jarak yang cukup…

 Leave a Comment on Bedug    Posted in Ensiklopedi Islam Nusantara Tagged ,

Barikan

Hubungan masyarakat dengan alam di sekelilingnya merupakan wujud  kesatuan harmonis yang selalu  dijaga keseimbangannya. Kejadian-kejadian  alam seperti gempa, gerhana bulan dan  matahari, paceklik, banjir, wabah penyakit  dianggap sebagai pertanda bagi kehidupan  manusia. Dengan adanya pertanda baik atau pertanda buruk, diharapkan masyarakat telah  bersiap untuk menghadapinya dari segala kemungkinan atas petunjuk alam itu. Untuk menghindari hal-hal tersebut, seluruh anggota  masyarakat suatu desa mengadakan upacara  barikan. Tradisi barikan atau bari’an merupakan  salah satu praktik ritual keagamaan yang …

 Leave a Comment on Barikan    Posted in Ensiklopedi Islam Nusantara Tagged ,

Bancakan

Sejalan dengan terus bergeraknya peradaban menuju arah modernisasi dan globalisasi, masih ada sisa-sisa tradisi budaya di Nusantara yang masih diuri-uri oleh sebagian masyarakat kita. Salah satu  tradisi budaya yang menarik perhatian adalah  tradisi budaya lokal Jawa yang berhubungan dengan ‘keselamatan’ dalam konsep hidup manusia Jawa. Adapun produk budaya yang dimaksud adalah upacara tradisi Bancakan. Hampir setiap peristiwa dalam masyarakat Jawa selalu dipenuhi dengan ritual bancakan ini. Mulai dari kehamilan, kelahiran, kematian  atau bahkan hal-hal lain….

 Leave a Comment on Bancakan    Posted in Ensiklopedi Islam Nusantara Tagged , ,

Bakiak

S ecara umum bakiak dapat dijelaskan sebagai salah satu jenis alas kaki yang terbuat dari kayu. Ada yang menggunakan sistem japit dengan memasang kayu berkepala bulat yang dijapit dengan ibu jari dan jari  telunjuk. Dan ada juga yang menggunakan sistem selop dengan bahan pengait dari karet atau yang lain yang dipakukan di sebelah kiri dan kanan. Sebagain masyarakat dengan tradisi bahasa melayu menyebut bakiak dengan terompah, sementara orang-orang Sunda mengatakannya dengen keletek dan sebagian orang…

 Leave a Comment on Bakiak    Posted in Ensiklopedi Islam Nusantara Tagged , ,

Baju Takwa

Pada awalnya kata ‘Baju Takwa’ adalah terjemahan bentuk matafora dari bahasa  Arab (libasut taqwa) yang terdapat  dalam al-Qur’an Surat Al-Araf ayat 26 yang  lengkapnya sebagai berikut: Hai anak Adam, sesungguhnya Kami  telah menurunkan kepadamu pakaian  untuk menutup auratmu dan pakaian  indah untuk perhiasan. Dan pakaian  takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari  tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah￾mudahan mereka selalu ingat. Para mufassir berbeda pendapat mengenai  maksud kata ‹libasut taqwa’. Perbedaan itu  dapat…

 Leave a Comment on Baju Takwa    Posted in Ensiklopedi Islam Nusantara Tagged , ,

Baiat

Baiat secara harfiah berarti kesepakatan atau transaksi dan perjajian. Kata ini memiliki akar yang sama dengan baya’a yang berarti menjual. Orang arab biasa mengakatan jarat al-ba’iatu fi as-suqi, yang artinya kesepakatan telah dilakukan di pasar. Pastiya baiat mengandaikan keterlibatan dua belah pihak. Tidak ada baiat yang dilakukan hanya oleh seseorang atau sepihak saja. Sepanjang sejarahnya, term baiat digunakan dalam berbagai wacana keislaman dari keimanan (aqidah), politik (siyasah), hingga mistik Islam (thariqah). Kata baiat pertama kali…

 Leave a Comment on Baiat    Posted in Ensiklopedi Islam Nusantara Tagged

Babad

Genealogi Babad  Babad secara etimologis berasal dari bahasa Jawa yang berarti “buka, tebang, sejarah, riwayat,”. (Prawiroatmodjo, 1980: 2). Selaras dengan Mangunsuwito (2002: 303) babad juga dapat dimaknai sebagai “hikayat, sejarah, cerita tentang peristiwa yang sudah terjadi”. Babad merupakan salah satu jenis karya sastra Jawa yang digubah dalam rangka kehidupan masyarakat yang bersangkutan serta memilki aspek historis. (Rupadi, 2006: 23). Dalam kenyataanya, babad sebagai hasil kebudayaan mempunyai peranan penting dalam kehidupan masyarakat Jawa, sesuai dengan situasi…

 Leave a Comment on Babad    Posted in Ensiklopedi Islam Nusantara Tagged