Merdeka Berarti 1000 Perjuangan (11)

Bulan Mei 1949, Jenderal Spoor, panglima besar Belanda tewas dalam kecelakaan pesawat terbang. Kaum Republik mengatakan bahwa kecelakaan itu karena pesawatnya ditembak kaum gerilya. Kegiatan diplomasi di Dewan Keamanan menghasilkan keputusan agar Belanda meninggalkan seluruh daerah Republik Indonesia. Kemenangan di medan diplomasi ini tak mungkin tercapai jika tidak karena semakin menghebatnya perlawanan kaum Republik terhadap […]

Merdeka Berarti 1000 Perjuangan (10)

Lepas sembahyang subuh, aku tugaskan Solichun dan Huseini untuk mencari Saroso dan Sonwani, keduanya pemimpin pasukan Hizbullah Magelang. Bisa dikerahkan tenaga Hizbullah yang aku tinggalkan di Kalijambe untuk membantunya. Juga pasukan Hizbullah Wonosobo. Keadaan sudah memungkinkan untuk menghimpun kembali pasukan yang terserak-serak. Aku sudah perhitungkan, dalam waktu 1 bulan mereka sudah mulai bisa dihimpun kembali […]

Merdeka Berarti 1000 Perjuangan (9)

Rombongan kami meninggalkan Ngrimun setelah dua malam berada di sana. Melalui jalan gunung, hutan belukar, dan menyusuri tebing-tebing, akhirnya kami tiba di desa Tridadi, di mana TNI menjadikannya markas pertempuran. Tentu tidak bijaksana kalau kami berada di sana, kami harus mencari tempat lain, karena siasat berpencar dalam suatu perang gerilya sangatlah perlu. Rombongan kami telah […]

Merdeka Berarti 1000 Perjuangan (8)

19 Desember 1948, hari Minggu. Jam 9 pagi aku di rumahku di depan Markas Hizbullah Purworejo, seberang alun-alun. Aku sedang berkemas-kemas untuk berangkat ke Madiun karena panggilan KH. Dahlan ketua pengurus besar Nahdhatul Ulama yang ketika itu berkedudukan di Madiun. Seperempat jam kemudian aku mendapat laporan yang menyebutkan bahwa Yogya telah dibom pesawat-pesawat terbang Belanda. […]

Merdeka Berarti 1000 Perjuangan (6)

Tanggal 18 September 1948, Front Demokrasi Rakyat alias PKI mengadakan pemberontakan di Madiun. Pemberontakan terhadap kekuasaan Republik Indonesia di bawah pimpinan Sukarno-Hatta. Sejak Muso datang ke Indonesia, situasi politik mendadak menjadi panas sekali. Apa yang beberapa hari kami percakapkan di hotel ―Merdeka‖ Yogya, tidaklah meleset. Muso datang dari Praha setelah bertahun-tahun berada di Moskow. Ia […]

Merdeka Berarti 1000 Perjuangan (6a)

Daerah Republik Indonesia walaupun secara de fakto cuma selebar daun kelor, meliputi Mojokerto-Gombong-Ambarawa-Yogya, namun di luar daerah itu, pengaruh Republik tetap bertahan. Rakyat-rakyat di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusatenggara, bahkan hingga Irian Barat, mereka tidak pernah bersimpati kepada kekuasaan yang ditegakkan oleh Belanda. ―Negara-negara bikinan Belanda tidak berdaya karena hati rakyat tetap dikuasai oleh Pemerintah […]

Merdeka Berarti 1000 Perjuangan (5)

Tiap hari umat Islam melakukan gerakan batin, di samping kesiagaan kekuatan militer. Tiap-tiap sembahyang dilakukan Qunut Nazilah, sebuah doa khusus untuk memohon kemenangan dalam perjuangan. Daerah Republik Indonesia semakin menciut tinggal selebar godong kelor. Daerah itu cuma meliputi garis Mojokerto di sebelah Timur, dan Gombong (Kebumen) di sebelah Barat dengan Yogya sebagai pusatnya. Kota Malang […]

Merdeka Berarti 1000 Perjuangan (4)

Sejak Januari 1946, Ibu Kota Republik Indonesia dipindahkan dari Jakarta ke Yogya. Jakarta yang telah dikuasai oleh Sekutu dan NICA tidak memberikan kemungkinan pemerintah Republik menjalankan tugas sehari-hari. Sejak Proklamasi 17 Agustus 1945, pondok-pondok pesantren telah berubah menjadi markas-markas ―Hizbullah-Sabilillah‖. Pengajian kitab-kitab telah berganti menjadi pengajian tentang caranya menggunakan karaben, mortir, dan cara bertempur dalam […]

Merdeka Berarti 1000 Perjuangan (3)

Bulan November 1945 telah menaungi persada tanah air dengan mendung perjuangan. Di Surabaya berkobar pertempuran-pertempuran antara rakyat dengan tentara Sekutu. Di sekitar Jakarta berkecamuk pertempuran rakyat melawan Sekutu dan NICA yang membonceng di belakangnya. Bahkan di Bandung, serangan mulai dilancarkan oleh serdadu Sekutu. Di mana-mana pekik ―Merdeka‖ gegap gempita diselingi gema suara takbir ―Allahu Akbar‖. […]

Kembali ke Atas