Inovasi Pembelajaran – Belajar Melalui Argumentasi (Learning Through Argumentation)

Kemampuan berargumen akan dapat membantu siswa dalam menghadapi pendapat yang berbeda-beda; dapat melatih siswa mengemukakan gagasannya kepada orang lain; serta berlatih menyaring pendapat. Dengan memiliki kemampuan berargumen, siswa akan memiliki kemampuan bekerja sama karena siswa dapat menyaring pendapat sehingga akan dapat ditemukan gagasan yang jernih.

Untuk menerapkan metode ini guru dapat menciptakan lingkungan belajar dengan meminta siswa membuat pertanyaan terbuka, melatih siswa mengungkapkan pendapat secara ilmiah, cara membangun argumen dalam mengungkapkan pendapat atau penjelasan, cara menjadi pendengar aktif (active listener), cara mengenali situasi dan menahan diri untuk menunggu giliran menyampaikan pendapat, dan cara menanggapi pandangan orang lain secara konstruktif atau bersifat membangun.

Berikut ini cara membangun keterampilan dalam berargu- mentasi (Michaels and Connor, 2012).

Tujuan: Masing-masing individu mengungkapkan dan memperjelas hal yang ada dalam pikirannya masing-masing.

a. Waktunya berpikir: mencari pasangan untuk bertukar pikiran; menuliskan hal yang ada dalam pikirannya; diam sejenak untuk memberi kesempatan dirinya berpikir.

b. Menambah percakapan: “Bisakah Anda jelaskan lebih lanjut?”; “Apa yang Anda maksud dengan…”; “Bisa diberikan contoh?”

c. Dengan demikian yang Anda maksud?: “Dengan demikian kalau saya simpulkan penjelasan Anda adalah… apakah saya benar?”

Tujuan : Sesama peserta didik saling mendengarkan

a. “Siapa yang akan mencoba menyimpulkan sementara?”

Tujuan : Memperdalam argumen

a. Menanyakan data atau fakta pendukung;

b. Menantang atau menangkis, contoh: “Bagaimana jika dikaitkan dengan pendapat X yang menyatakan…?”; “Bagaimana jika dikaitkan dengan contoh lain seperti ….?”

Tujuan: Peserta didik berpikir dengan temannya

a. Setuju/Tidak setuju dan Mengapa?: “Anda berpendapat sama dengan X atau apakah ada perbedaannya? Dan jika ada perbedaan dalam hal apa atau di mana perbedaannya?”; “Bagaimana pendapat kita terhadap hal yang disampaikan Y?”; “Apakah ada di antara kita yang ingin menanggapi pendapat Z?”

b. Menambahkan ide: “Siapa yang akan menambah- kan…”; “Apakah ada yang akan memberi saran dan melangkah lebih maju ke tahap berikutnya?”

c. Menjelaskan hal yang dimaksud/dijelaskan orang lain: “Siapa yang akan menambahkan penjelasan dari hal yang disampaikan X?”; “Siapa yang bersedia menjelas- kan berdasarkan pemahaman Anda terkait hal yang disampaikan X?”; “Mengapa Anda berpendapat demikian?”

Berbagai materi di bidang argumentasi terdapat di banyak laman di internet seperti: http://www.argumentationtoolkit.org/resources.html (tautan ini berisi seperangkat cara meningkatkan kemampuan berargumentasi, sebagian dapat diunduh secara gratis); http://learningdesigngroup.org/resources-strategy-guides (tautan ini berisi sumber literatur tentang cara meningkatkan kompetensi dalam berargumen); https://sourceforge.net/projects/argunet/ (tautan ini berisi Software Argunet yang dapat digunakan untuk meningkatkan kompetensi berargumentasi bagi peserta didik; dapat diunduh gratis); http://www.argunet.org/editor/ (tautan ini berisi Software Argunet Editor; dapat digunakan untuk membuat peta argumen yang disampaikan banyak orang; dapat diunduh secara gratis); https://www.kialo-edu.com/ (Kialo merupakan platform online yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan berargumentasi dan berpikir kritis; dapat mendaftar dan menggunakan secara gratis); https://www.rationaleonline.com/ (Platform Rationale; dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis; berbayar tahunan); https://oli.cmu.edu/courses/argument-diagramming-open-free/ (tautan ini berisi kursus gratis tentang cara berargumen); https://sourceforge.net/projects/argumentative/ (Software Argumentative dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan berargumen dan berpikir kritis; dapat diunduh secara gratis)

Tinggalkan Balasan

Kembali ke Atas
%d blogger menyukai ini: