Inovasi Pembelajaran – Belajar Mempelajari (Learning to learn)

Belajar mempelajari (learning to learn) merupakan metode pembelajaran untuk mengantarkan siswa mampu belajar mandiri dan memiliki kebiasaan belajar sesuai minat yang dipelajari. Siswa menetapkan hal yang diminati untuk dipelajari, menetap- kan tujuan yang ingin dicapai, mencari sumber daya yang diperlukan (termasuk mencari narasumber atau mentor atau maestro, atau orang yang dipandang menguasai), menentukan strategi belajar yang akan ditempuh, mengembangkan kreatifitas sesuai hal yang dipelajari, mengevaluasi diri capaian belajarnya, mengadakan penilaian diri atau refleksi diri terhadap kemajuan yang dicapai.

Teori double loop learning (Argyris, 1976) atau belajar secara adaptif sesuai dengan situasi kondisi sekarang maupun situasi dan kondisi yang akan datang relevan diterapkan dalam metode learning to learn ini; yaitu peserta didik akan berlatih memecahkan permasalahan saat ini maupun permasalahan yang mungkin atau berpotensi terjadi di masa yang akan datang. Dengan demikian siswa menjadi proaktif dan antisipatif. Selain itu, teori double loop learning mengajukan asumsi ada dua tingkat permasalahan yaitu permasalahan yang bisa langsung dipecahkan tetapi ada juga tingkat permasalahan yang sulit dipecahkan karena memiliki keterkaitan dengan sistem nilai atau permasalahan tidak kunjung selesai karena praktik yang terjadi dalam keseharian sudah diyakini benar sehingga untuk mengubahnya diperlukan evaluasi diri dan perubahan nilai-nilai yang telah diyakini kebenarannya. Proses evaluasi diri hingga terjadinya perubahan nilai-nilai tersebut disebut sebagai proses “belajar secara mendalam” atau double loop learning. Gambar 3.2 menunjukkan Teori Belajar Dua Putaran (Double Loop Learning) yang menunjukkan perbedaan single loop dan double loop learning.

Dalam penerapan metode learning to learn, guru berperan memberi dukungan terhadap rencana belajar yang dilaksankan siswa; memonitor apakah nara sumber sudah diperoleh, memonitor apakah strategi belajar yang ditempuh siswa berhasil atau tidak. Ketika tidak berhasil, guru memberikan masukan alternatif strategi yang akan ditempuh. Guru juag dapat memberikan bimbingan tentang langkah berpikir dalam proses penilaian diri atau refleksi diri seperti: apa yang terjadi, pengalaman belajar apa yang bisa diperoleh, hal apa yang akan bisa dilakukan tahap berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Kembali ke Atas
%d blogger menyukai ini: