Inovasi Pembelajaran – Laboratorium Maya (Virtual Labaratory)

Laboratorium dapat memberi pengalaman langsung kepada peserta didik tentang penggunaan pengetahuan, alat, dan teknik sesuai keadaan nyata di lapangan. Berbagai keuntungan dapat diperoleh dengan belajar melalui laboratorium yaitu dapat mengembangkan keterampilan motorik dalam penggunaan ilmu, teknik, alat, atau media; memberi kesempatan peserta didik untuk memahami kelebihan, keterbatasan eksperimen di laboratorium dibandingkan dengan keadaan di dunia kerja; memungkinkan peserta didik melihat penerapan ilmu dan teknik dalam praktik; memungkinkan peserta didik menguji hipotesis atau mengkaji ketepatan konsep, teori, dan prosedur yang dilaksanakan di laboratorium ke dalam praktik nyata; memberi pengalaman kepada peserta didik tentang cara merancang dan melaksanakan eksperimen; memungkinkan peserta didik merancang, membuat benda/objek, membuat alat sesuai kreativitasnya.

Sebagaimana yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, profesi ilmuwan telah banyak yang melaksanakan pekerjaan dengan menggunakan laboratorium jarak jauh seperti halnya pada pekerjaan astronomi yang mengendalikan teleskop dari jarak jauh, pekerjaan di bidang geologi yang mengerjakan labo- ratorium tambang dari laboratorium maya, pekerjaan jaringan komputer yang mengendalikan kerja jaringan dari jarak jauh. Dalam dunia pendidikan, penggunaan laboratorium jarak jauh memberi pengalaman kepada siswa tentang penggunaan bahan- bahan, data, peralatan ilmiah, alat pengumpul data, dan peng- gunaan model ataupun teori.

Dalam penggunaan Metode Laboratorium Maya, guru perlu memberi dukungan kepada siswa untuk melaksanakan eksperimen dan melakukan penelitian. Siswa memerlukan bimbingan dalam menginterpretasi makna data yang mereka kumpulkan, mengaitkan data dengan tujuan belajar, dan memikirkan hal yang sebaiknya dilakukan selanjutnya. Umpan balik kepada siswa perlu diberikan saat mereka sedang belajar dengan laboratorium maya.

Belajar dengan cara melakukan eksperimen melalui internet memungkinkan siswa mendapatkan pengalaman yang berharga yang mungkin sangat mahal ketika harus dilakukan dalam kehidupan nyata. Misalnya, belajar radioaktif dapat dilakukan melalui laboratorium maya. Demikian pula jika ingin mempe- lajari bebatuan yang ada di bulan, sekolah akan kesulitan mencarinya. Akan tetapi hal tersebut dapat dijumpai melalui laboratorium maya di internet. Di internet sudah tumbuh laboratorium maya misalnya di bidang astronomi, biologi, kimia, jejaring komputer, ilmu bumi, teknik, hidrolis, fisika, mikroelektronik, robotik, benda-benda bersejarah. Sebagai contoh, di portal Rumah Belajar Kemdikbud pada http://belajar.kemdikbud.go.id terdapat laboratorium maya yang dapat digunakan secara gratis. Contoh laboratorium maya lainnya misalnya pada https://www.labxchange.org/ (laboratorium yang dikelola Harvard University, dapat digunakan secara gratis); https://phet.colorado.edu/ (dikembangkan oleh Unversity of Colorado, tersedia berbagai simulasi, dapat digunakan secara gratis, telah digunakan lebih dari 750 juta orang dari berbagai negara); https://www.virtualmicroscope.org/collections (berisi mikroskop virtual tentang berbagai jenis bebatuan seperti Meteor; dapat digunakan secara gratis); https://learn5.open.ac.uk/ (The Open Science Laboratory yang berisi mikroskop virtual di bidang fisika, kimia, biologi, kebumian, kelistrikan, kesehatan, lingkung- an, astronomi; dapat digunakan secara gratis); http://www.vlab.co.in/ (virtual lab pada Ministry of Human Resource Development India; berisi di bidang Electronic and Communication, Computer Sciences and Engineering, Electrical Engineering, Mechanical Engineering, Chemical Engineering, Biotechnology and Biomedical Engineering, Civil Engineering, Physical Sciences, Chemical Sciences; dilengkapi dengan materi pendukung; dapat digunakan secara gratis); http://vlabs.iitb.ac.in/vlab/index.html (virtual lab oleh Indian Institute of Technology Bombay, India, tidak berbayar); https://micro.magnet.fsu.edu/primer/java/electronmicroscopy/magnify1/index.html (digunakan secara gratis untuk simulasi penggunaan Mikroskop); https://praxilabs.com/ (22 bahan dapat dicoba gratis dengan mendaftar terlebih dahulu); http://star.mit.edu/genetics/ (laboratorium maya dikembangkan oleh MIT, dapat digunakan secara gratis); https://www.biointeractive.org/ (dikembangkan di Spanyol, berisi berbagai materi biologi seperti Biochemistry & Molecular Biology, Genetics, Cell Biology, Microbiology, Anatomy and Physiology, Evolution, Ecology, Envirintmental Science, Earth Science, Science Practice; tidak berbayar), https://physics.ccsu.edu/LEMAIRE/genphys/virtual_physics_labs.htm (dikembangkan oleh Central Connecticut State University, berisi laboratorium virtual bidang fisika, tidak berbayar); http://physics.bu.edu/~duffy/vlabs.html (dikembangkan oleh Boston University, berisi bidang fisika, dapat digunakan secara gratis); http://chemcollective.org/vlabs (dikembangkan oleh Carnegie Melon University, berisi bidang kimia, dapat digunakan secara gratis); https://labsland.com/en (laboratorium maya berbayar, tersedia untuk bidang biologi, fisika, kimia, elektronika, robotik, teknologi); https://www.edumedia-sciences.com/en/node/105-global (biaya berlangganan; tersedia berbagai bidang ilmu); https://de.ryerson.ca/games/nursing/hospital/index.html (tersedia bidang layanan kesehatan; tidak berbayar); https://de.ryerson.ca/games/nursing/maternity/ (tersedia virtual lab untuk pra-kelahiran); https://virtuallabs.merlot.org/ (Merlot dari California State University, dapat digunakan secara gratis, tersedia di bidang: biologi, kimia, fisika, matematika, teknik, lingkungan); https://www.golabz.eu/ (diperuntukkan STEM, dapat digunakan secara gratis, dikelola bersama oleh universitas di Belanda, Swiss, dan Jerman). Berikut ini contoh isi salah satu laman laboratorium virtual. Gambar 3.5 menunjukkan laman LabXchange yang berisi laboratorium sains secara online; Gambar 3.6 Laboratorium Maya pada laman Rumah Belajar; Gambar 3.7 menunjukkan laboratorium Phet

Tinggalkan Balasan

Kembali ke Atas
%d blogger menyukai ini: