Inovasi Pembelajaran – Pengajaran Adaptif (Adaptive Teaching)

Masing-masing siswa belajar sesuai dengan gaya dan kecepatan belajarnya sehingga siswa belajar dengan cara yang berbeda-beda dan waktu yang dibutuhkan untuk menguasai materi juga berbeda-beda. Selain itu, berbagai faktor seperti pengetahuan penyerta, kemampuan, pengalaman hidup, dan motivasi masing-masing siswa bervariasi. Karena itu diperlukan pengajaran yang bisa mengakomodasi variasi individual tersebut. Gagasan pengajaran adaptif (adaptive teaching) ingin mengakomo- dasi variasi pembelajaran individual siswa. Dalam penggunaan pengajaran adaptif, peranan guru memonitor kemajuan belajar masing-masing siswa dan memberikan penyesuaian pengajaran sesuai kebutuhan. Ketika siswa yang mendapatkan perhatian khusus pada topik tertentu tersebut sudah mengalami kemajuan maka guru semakin melepas atau memandirikan siswa.

Melissa (2014) mengajukan pemikiran bahwa dalam melak- sanakan pengajaran adaptif (adaptive teaching) dapat dilakukan guru dengan menerapkan lima hal berikut.

a. Membuat proyek untuk dilaksanakan siswa-siswa sekelas dengan menyediakan pilihan berbagai menu/topik dari cakupan materi yang sama kemudian siswa diminta memilih aktivitas yang sesuai dengan minatnya.

b. Menyediakan berbagai cara yang dapat ditempuh siswa dalam mengadakan pembelajaran pendahuluan misalnya dengan membaca atau melihat video atau melakukan riset mandiri.

c. Melaksanakan pengelompokan dengan berbagai alternatif misalnya dengan Jigsaw (membagi kelas menjadi beberapa kelompok untuk melaksanakan tugas yang saling berkaitan seperti layaknya akan menyusun puzle secara bersama-sama dari berbagai kelompok kecil), FGD (focus group discussion/diskusi kelompok terpumpun dengan secara sistematis tahap per tahap membahas rangkaian pokok bahasan hingga selesai).

d. Bantu siswa mengenali kekuatan, kelemahan, dan situasi belajar yang sesuai dengan gaya belajarnya.

e. Mulailah pengajaran adaptif dengan perlahan-lahan

Pengajaran adaptif mengarah pada layanan pengajaran individual (individualising learning). Tujuan utama pengajaran adaptif agar masing-masing siswa, baik yang berkemampuan pemula hingga yang telah menguasai penuh, mereka sama-sama mendapatkan tantangan dan motivasi belajar yang tinggi sesuai level kompetensi masing-masing. Mengingat waktu dan kapasitas perhatian guru terbatas, peranan teknologi sangat diharapkan. Perangkat lunak sistem tutor cerdas (intelligent tutoring system) dapat membantu guru mengenali minat dan kecepatan belajar masing-masing peserta didik. Demikian pula bagi peserta didik, perangkat lunak ini memberi bahan pelajaran yang sesuai dengan urut-urutan atau tahapan penguasaannya, membantu mengatasi kesulitan yang dialami pada topik tertentu, sehingga peserta didik siap melangkah ke topik pembelajaran berikutnya.

Konsep adaptive teaching pada awalnya dikembangkan oleh akademisi pada sistem tutor cerdas berbasis komputer (intelligent tutoring system) pada bidang matematika kemudian semakin berkembang pada bidang-bidang ilmu lainnya. Kemajuan di bidang teknologi big data, kecerdasan buatan, machine learning membuat metode pengajaran adaptif makin berkembang. Adaptive teaching berusaha mengatasi peserta didik yang harus mempelajari paket pembelajaran yang sama namun mereka memiliki kecepatan belajar yang berbeda-beda dalam penguasaan sub-sub tahapan materi pembelajaran. Mereka memerlukan remidi atau perbaikan yang kebutuhan serta lama waktunya berbeda-beda antar peserta didik. Di sisi lain guru tidak mungkin dapat melayani masing-masing individu peserta didik dengan kecepatan belajar dan minat yang beragam. Oleh karenanya, guru dibantu dengan perangkat lunak komputer untuk bisa melayani kebutuhan individual peserta didik. Ketika adaptive teaching dilaksanakan maka terjadi adaptive learning.

Berikut ini contoh aplikasi yang digunakan dalam adaptive learning: https://www.dreambox.com/ (laman berbayar ini berisi pembelajaran adaptif bidang studi matematika untuk anak kelas 8; selain itu pada laman yang sama juga menawarkan untuk kelas 2 sampai 8 untuk mata pelajaran matematika berupa games) https://www.nwea.org/ (laman ini dapat digunakan untuk membuat peta nilai siswa dari jarak jauh (remote testing) sehingga atas dasar nilai tersebut dapat dilakukan pengajaran adaptif; dapat digunakan tidak berbayar); https://www.smartsparrow.com/ (platform untuk membuat layanan adaptive learning; berbayar); https://www.scootpad.com/ (laman yang menyediakan adaptive learning mata pelajaran matematika, bahasa Inggris; berbayar); https://www.edgenuity.com (platform yang dapat digunakan untuk membuat personalised learning; berbayar). Gambar 3.14 menunjukkan contoh Pembelajaran Adaptif (adaptive learning) pada mata pelajaran matematika tingkat 8; Gambar 3.15 contoh penggunaan aplikasi data perkembangan nilai capaian belajar yang dapat menjadi bekal untuk melaksanakan layanan bimbingan belajar individual (personalized learning); Gambar 3.16 contoh platform yang dikembangkan oleh Smartsparrow yang dirancang untuk pembelajaran adaptif (adaptive learning) yang bisa untuk melaksanakan pembelajaran personal (personalized learning)

Tinggalkan Balasan

Kembali ke Atas
%d blogger menyukai ini: