Makna Syukur

Alkisah, konon Umar bin Khattab sempat dibuat terkejut ketika mendengar sebuah do’a yang dipanjatkan oleh seorang sahabat dengan tulus dan khusyu’ : “Ya Allah jadikanlah aku termasuk (golongan) yang sedikit” “Allahummaj’alni min al-qalil”. “Aneh, apa maksud anda dengan do’a itu?” sergah Umar. Dengan kalem sahabat tadi menjawab : “Bukan suatu yang aneh, Umar. Bukankah Allah sendiri yang telah berfirman : Dan sungguh, sangat sedikit sekali di antara hamba-hambaKu yang benar-benar bersyukur (QS. Saba’ : 13). Jadi, yang saya maksud, Umar, semoga saya menjadi orang yang terdaftar dalam golongan yang bersyukur dalam arti yang sebenarnya, yang jumlahnya tidak banyak, sangat sedikit.” jelasnya. Termangu Umar mendengar jawaban yang penuh hikmah dari sahabat yang nampaknya lugu tapi ‘bersih’ itu.
Banyak orang yang mengucapkan dan menyatakan syukur, setiap hari bahkan setiap saat, setiap kesempatan berbicara. Tetapi yang bersyukur dalam arti yang sebenarnya menurut ayat tadi sangat sedikit. walhasil sebagian besar manusia tidak mau bersyukur arti hakiki. Sekarang ini, kita sering mendengar orang mengeluh, tidak puas, gelisah resah dan tidak pas menghadapi kenyataan hidup.
Lalu apa makna syukur itu?
Dalam kitab ‘Kitabusy Syukri’ susunan Ibnu Abi Dunya disebutkan bahwa syukur dalam arti yang sebenarnya meliputi 3 (tiga) hal : 1. syukur dengan hati (bil qalbi), 2. syukur dengan lisan (bil lisan), 3. syukur dengan anggota atau amal (bil jawarihi, bil amal).
Syukur dengan hati berarti cinta Allah, ikrar untuk beribadah hanya kepada Allah semata, iman dan yakin bahwa hanya bagi-Nya lah segala sifat kesempurnaan dan keagungan dan hanya Dialah Pemberi Nikmat, Pemberi Rizki dan tidak satupun sesembahan yang haq selain Allah.
Syukur dengan lisan berarti memuji dan dzikir –menyebut dan mengingat– Allah, menahan diri dari ucapan-ucapan yang tidak berguna (omong kosong)
Syukur dengan anggota atau amal berarti mendayagunakan segenap anggota badan untuk berkhidmat kepada Allah, sesuai perintah dan larangan-Nya.
Walhasil syukur berarti mempergunakan nikmat sesuai dengan yang disyariatkan Allah sehingga nampak jelas faedahnya dan sempurna hikmahnya, serta dapat dipetik buah manfaatnya.

Tinggalkan Balasan

Kembali ke Atas
%d blogger menyukai ini: