Menjadi umat terbaik

Berjiwa besarlah…
Mari budayakan dan lestarikan 5 hal proses menjadi umat dan pribadi terbaik bagi sesama dan agama, bangsa dan negara:
1. As-Shidqu ( memiliki integritas Kejujuran)
Butir ini mengandung arti kejujuran pada diri sendiri, sesama dan kepada Allah sebagai pencipta, Asshidqu mengandung arti juga kebenaran, kenyataan, kesungguhan dan keterbukaan . Kejujuran dan kebenaran adalah satunya kata dengan perbuatan, jujur dalam hal ini berarti tidak plin plan dan tidak dengan sengaja memutarbalikkan fakta atau memberikan informasi yang menyesatkan.
Firman Allah :

ﻳﺎ ﺍﻳﻬﺎ ﺍﻟذﻳﻦ ﺃﻣﻨﻮ ﺍﺍﺗﻘﻮﺍﺍﻟﻠﻪ ﻭﻛﻮﻧﻮﺍ ﻣﻊ ﺍﻟصادﻗﻴﻦ ‏( ﺍﻟﺘﻮﺑﺔ : 119 ‏)

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar
Sabda Nabi :

ﻋﻠﻴﻜﻢ ﺑﺎ ﻟﺼﺪﻕ ﻓﺎﻥ ﺍﻟﺼﺪ ﻕ ﻳﻬﺪﻯ ﺍﻟﻰ ﺍﻟﺒﺮ ﻭﺍﻥ ﺍﻟبر ﻳﻬﺪﻯ ﺍﻟﻰ ﺍﻟﺠﻨﺔ ﻭﻣﺎ ﻳﺰﺍﻝ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻭﻳﺘﺤﺮﻯ ﺍﻟﺼﺪﻕ ﺣﺘﻰ ﻳﻜﺘﺐ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﺪﻳﻘﺎ ‏ 

( ﻣﺘﻔﻖ ﻋﻠﻴﻪ ‏)

Artinya : Tetaplah kamu jujur (benar) karena kejujuran itu menunjukkan kepada kebaktian, dan kebaktian itu menunjukkan kepada surga, seorang laki-laki senantiasa jujur dan mencari kejujuran sampai dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur (Mutafaq Alaihi)
2. Al Amanah Wal wafa’ Bil ‘Ahdi (Terpercaya dan Taat dan Memenuhi Janji )
Butir ini memuat dua istilah yang saling kait, yakni al-Amanah dan al wafa bil’ahdi. Yang pertama secara lebih umum meliputi semua beban yang harus dilaksanakan , baik ada perjanjian maupun tidak, sedang yang disebut belakangan hanya berkaitan dengan perjanjian, kedua istilah ini digabungkan untuk memperoleh satu kesatuan pengertian yang meliputi dapat dipercaya, setia dan tepat janji.
Dapat dipercaya adalah sifat yang dilekatkan pada seseorang yang dapat melaksanakan semua tugas yang dipikulnya, baik yang bersifat diniyyah maupun ijtimaiyyah (kemasyarakatan)
Firman Allah : 

ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﺄ ﻣﺮ ﻛﻢ ﺍﻥ ﺗﺆ ﺩﻭﺍﺍﻻ مانات ﺍﻟﻰ ﺍﻫﻠﻬﺎ ….‏( ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ : 58 ‏)

Artinya : Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya
Sabda Nabi :

ﺍﺩﺍﻻﻣﺎﻧﺔ ﺍﻟﻰ ﻣﻦ ﺍﺋﺘﻤﻨﻚ ﻭﻻ ﺗﺨﻦ ﻣﻦ ﺧﺎﻧﻚ….‏( ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺘﺮ ﻣﺪﻱ ‏)

Artinya : Sampaikanlah amanat itu kepada orang yang memberi kepercayaan kepadamu, dan jangan mengkhianati orang yang berkhianat kepadamu
(HR. Turmudzi)

3. Al ‘Adalah ( Tegak Lurus dalam Meneguhkan Rasa Adil dan Keadilan)

Bersikap Adil Al’adalah mengandung pengertian obyektif, proporsional dan taat asas. Butir ini mengharuskan orang berpegang kepada kebenaran obyektif dan menempatkan segala sesuatu pada tempatnya.
Firman Allah :

 ﻭﺍذا ﺣﻜﻤﺘﻢ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺍﻥ ﺗﺤﻜﻤﻮﺍ ﺑﺎﻟﻌﺪﻝ … ‏( ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ : 58 ‏)

Artinya : Dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, supaya kamu menetapkan dengan adil. (QS. An Nisa’ 58)
Implikasi lain dari Al ‘adalah adalah kesetiaan pada aturan main (correct) dan rasional dalam membuat keputusan, termasuk dalam alokasi sumber daya dan tugas. Prinsipnya adalah the right man on the plece ( menempatkan personal sesuai dengan bidang kecakapannya).
4. At-ta’awun (Saling Menolong)
Atta’awun merupakan sendi dalam tata kehidupan masyarakat yaitu manusia sebagai makhluq sosial tidak dapat hidup tanpa berintraksi dengan masyarakat sekitarnya. Prinsip ini mengandung pengertian tolong menolong, setia kawan, dan gotong royong dalam mewujudkan kebaikan dan ketaqwaan. Imam Mawardi mengaitkan pengertian Al-birr
(kebaikan) dengan kerelaan manusia, sedangkan attaqwa (ketaqwaan) dengan kerelaan Allah.
Prinsip Atta’awun menjunjung tinggi sikap solidaritas sesma manusia dan beriteraksi bahu membahu dalam hal kebaikan. Mengembangkan sikap atta’awun berarti juga mengupayakan konsolidasi.
Allah berfirman :

ﻭﺗﻌﺎﻭﻧﻮﺍ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺒﺮ ﻭﺍﻟﺘﻘﻮﻯ , ﻭﻻ ﺗﻌﺎﻭﻧﻮﺍ ﻋﻠﻰ ﺍﻻثم ﻭﺍاﻌﺪﻭﺍﻥ , ﻭﺗﻘﻮﺍﺍﻟﻠﻪ , ﺍن اﻟﻠﻪ ﺷﺪﻳﺪ ﺍﻟﻌﻘﺎﺏ ‏(ﺍﻟﻤﺎﺋﺪﺓ : 2 ‏)

Artinya : Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan kamu jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah sesungguhnya Allah amat berat siksaNya. (QS.Al Maidah:2)
Sabda Rasulullah SAW :

ﻭﺍﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﻋﻮﻥ ﺍﻟﻌﺒﺪ ﻣﺎ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻌﺒﺪ ﻓﻲ ﻋﻮﻥ ﺍﺧﻴﻪ ‏( ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ ‏)

Artinya : Allah selalu menolonh seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya (HR. Muslim)
5. Al Istiqomah ( Konsisten )
Al Istiqomah mengandung pengertian ajeg-jejeg, kesinambungan, keberlanjutan dan kontuinitas. Ajeg –jejeg artinya tetap dan tidak bergeser dari jalur (thoriqot) sesuai dengan ketentuan Allah SWT, RasulNya, para salaf Al salih dan aturan yang telah disepakati
bersama. Kesinambungan artinya keterikatan antara satu kegiatan dengan kegiatan yang lain dan antra satu periode dangan periode yang lain sehingga semuanya merupakan satu kesatuan yang saling menopang dan terkait seperti sebuah bangunan. Keberlanjutan
(kontinuitas) artinya bahwa pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut merupakan proses yang berlangsung terus menerus tanpa mengalami kemandegan, merupakan proses maju bukannya berjalan di tempat.

Allahu a’lam bis showab…

Tinggalkan Balasan

Kembali ke Atas
%d blogger menyukai ini: