Nasehat Untuk Para Guru

Sungguh Keikhlasan yang mulia serta sulit untuk dilaksanakan, Namun bukanlah sebuah Kemustahilan.

Nasehat dari para masyayikh masa dahulu:

Kelak kalau mengajar. Niatkan hanya untuk Allah ta’ala, itu satu.

Dua, jangan fikir jumlah siswamu berapa, walaupuntoh cuma satu, tetep ajar dengan ikhlas. Tanamkan dihatimu, kamu harus berterimakasih karena dengan adanya anak itu kamu masih bisa mengaji, kamu masih bisa belajar.

Ketiga, buang jauh-jauh fikiran berapa kamu dapat upah, dapat Bisyarah. Dan ini kamu harus punya penghasilan lain selain mengajar.

Keempat, ibarat masak, jadilah kamu apinya, tidak usah memikirkan diatas tungku itu dimasak apa? Jadi lodeh ya Alhamdulillah. Jadi ote-ote subhanallah. Jadi ayam bakar ya kudu bahagia. Sebab jalan hidup dan fikiran orang itu beda-beda, kita tidak mampu merubahnya, seampuh apapun kamu! Tapi yang terpenting, menjadi perantara kesuksesan mereka, walau hanya berperan sebagai api, itu menurutku yang luar biasa. Terlebih kalau mereka ingat kepada kita dan mendoakan kita setelah kita tiada.

Selain mendapat limpahan berkah dan luapan pahala yang membuat hidup kita kelak di akhirat nyaman dan aman. Apalagi sih yang kita cari?!”.

Semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Kembali ke Atas
%d blogger menyukai ini: