Pandangan Akademisi tentang Belajar di Era Masyarakat Berpengetahuan

Dari kalangan akademis, Kereluik, Mishra, Fahnoe, dan Terry (2013) menghasilkan pemetaan pengetahuan di abad ke-21 meliputi pengetahuan dasar (foundational knowledge) merupakan jawaban terhadap pertanyaan “apa” (misalnya, apa yang harus diketahui siswa). Ada tiga pengetahuan dasar: pengetahuan konten-inti (core content knowledge), literasi digital (digital literacy), dan pengetahuan lintas disiplin (cross-disciplinary knowledge). Pengetahuan konten-inti (core content knowledge), merupakan cara berpikir yang sesuai dengan disiplin ilmu yang dimiliki; diwarnai sistem komplek dan proses mental yang mendalam yang bersifat spesifik seperti penerapan cara berpikir matematika yang digunakan untuk pemecahan masalah keseharian ataupun penerapan cara kerja ilmiah untuk memahami dunia nyata. Literasi informasi dan digital (digital literacy), merupakan kemampuan yang secara efektif digunakan untuk mengevaluasi, menentukan tujuan, dan membangun informasi dengan meng- gunakan berbagai teknologi digital. Termasuk di dalamnya yaitu kemampuan mencari, menata dan memroses informasi dari berbagai media. Pengetahuan lintas disiplin (cross-disciplinary knowledge) merupakan pengetahuan yang mengintegrasikan dan menyintesakan informasi dari berbagai bidang atau domain seperti aplikasi pengetahuan ke dalam konteks baru untuk mencapai tujuan tertentu. Sintesis dapat berkaitan dengan konstruksi makna dan generalisasi ide-ide baru. Gambar 2.1 menunjukkan kesimpulan hasil penelitiam tentang rumusan pembelajaran abad ke-21.

Pengetahuan luas (meta knowledge) merupakan pengetahuan proses kerja dari pengetahuan dasar (foundational knowledge). Pengetahuan luas (meta knowledge) terdiri dari kreativitas dan inovasi (creativity and innovation), berpikir kritis dan pemecahan masalah (problem solving and critical thinking), komunikasi dan kolaborasi (communication and collaboration). Kreativitas dan inovasi (creativity and innovation) melibatkan penerapan pengeta- huan dan keterampilan yang luas untuk bisa menghasilkan kebaruan/novelti, membuat produk berharga, maupun kemam- puan mengevaluasi, elaborasi, menyaring ide-ide dan produk. Berpikir kritis dan pemecahan masalah (problem solving and critical thinking) berkaitan dengan kemampuan melakukan interpretasi informasi dan membuat keputusan berdasarkan informasi tersebut. Kemampuan memecahkan masalah sering dikaitkan dengan penggunaan kemampuan berpikir kritis untuk memecahkan permasalahan atau tujuan tertentu. Komunikasi dan kolaborasi (communication and collaboration) melibatkan kemampuan mengartikulasikan dirinya secara jelas baik lisan, tulisan, tindakan maupun kemampuan dalam komunikasi digital; keterampilan sebagai pendengar aktif dan sopan santun terhadap mitra yang diajak berkomunikasi. Kolaborasi mencakup penerapan keterampilan komunikasi dan kontribusi diri seperti fleksibilitas, keinginan berpartisipasi, perolehan pengakuan dari kelompok, serta kesediaan berbagi kesuksesan. Pengetahuan humanistik (humanistic knowledge) berkaitan dengan pentingnya diri pribadi sebagai pembelajar dan sepak terjangnya dalam konteks sosial dan global.

Pengetahuan humanistik mencakup tiga kategori yaitu kecakapan hidup/kecakapan kerja (life/job skills), kesadaran rasa/etika (ethical/emotional awareness), kompetensi kultural (cultural competence). Kecakapan hidup/Kecakapan kerja (life/job skills), menopang pembelajar sepanjang hayat yang memungkinkan individu mencapai kesuksesan. Kesadaran etika dan rasa (ethical/emotional awareness) mencakup kemampuan toleransi dan empati, kemampuan dalam membuat keputusan secara etis, kemampuan menyelami dan menjiwai hal-hal yang dirasakan orang lain dalam kehidupan sosial dan interaksi humanistik. Kompetensi kultural (cultural competence) mencakup aspek personal, interpersonal, komunikasi antar-budaya, kolaborasi yang efektif, apresiasi ide-ide dan timbang rasa terhadap semua orang. Kompetensi kultural berperan dalam kesuksesan sosial dan ekonomi di tengah-tengah keberagaman budaya di era globalisasi.

Tinggalkan Balasan

Kembali ke Atas
%d blogger menyukai ini: