Pandangan Pendidikan Negara-Negara Maju (OECD

Dalam menyikapi kemajuan di berbagai sektor kehidupan, OECD (2020) menerbitkan OECD Learning Compass 2030 yang berisi arah pembelajaran; antara lain berisi jenis pengetahuan, keterampilan dan sikap yang harus dikuasai peserta didik. OECD Learning Compass 2030 membagi pengetahuan menjadi 4 macam: disiplin pengetahuan tertentu (disciplinary), pengetahuan inter- disiplin (interdiciplinenary), pengetahuan epistemik (epistemic), dan pengetahuan prosedural (procedural). Disiplin pengetahuan tertentu terkait konsep dan konten spesifik pada subjek atau bidang pengetahuan tertentu misalnya matematika, bahasa. Disiplin pengetahuan spesifik ini menjadi fondasi esensial bagi siswa dalam memahami jenis-jenis pengetahuan lain. Karena itu kesempatan untuk mendapatkan disiplin pengetahuan spesifik ini menjadi hak bagi semua siswa. Pengetahuan interdisiplin berkaitan dengan konsep dan isi dari suatu disiplin pengetahuan tertentu dengan disiplin pengetahuan spesifik lainnya. Keter- kaitan antar pengetahuan ini dalam kurikulum dapat diwadahi dalam pembelajaran tematik; mengombinasikan berbagai subyek ke dalam subyek baru; dan dengan mewujudkan pembelajaran berbasis proyek. Pengetahuan epistemik berkaitan dengan “bagaimana berpikir dan bertindak sebagaimana layaknya praktisi.” Pengetahuan epistemik membantu siswa menemukan tujuan belajar, paham tentang penggunaannya dan menambah9 luasnya pengetahuan pada disiplin pengetahuan tertentu yang dipelajari. Adapun pengetahuan prosedural merupakan pemaha- man tentang “bagaimana” suatu aktivitas harus dilakukan dan bagaimana melakukan serangkaian aktivitas sehingga dapat mencapai tujuan tertentu. Pengetahuan prosedural sangat berguna dalam pemecahan masalah yang kompleks. Melalui pengetahuan prosedural siswa berpeluang menggunakan pengetahuan pada berbagai situasi dan konteks yang berbeda- beda untuk mengidentifikasi pemecahan suatu masalah.

Terkait keterampilan, OECD membagi keterampilan (skills) menjadi tiga macam yaitu

(1) keterampilan kognitif dan meta- kognitif (cognitive and meta-cognitive skills) yang meliputi keterampilan berpikir kritis, komunikasi verbal maupun non- verbal, berpikir aras tinggi (critical and high order thinking), berpikir kreatif (creative thinking), tanggap terhadap pengetahuan baru (learning to learn), keterampilan mengarahkan dan mengawasi diri sendiri (self-regulation);

(2) keterampilan sosial dan keterampilan mengelola perasaan (social and emotional skills) yang meliputi empati, keterampilan pengembangan potensi diri (self-efficacy), tangggung jawab dan kolaborasi;

(3) keterampilan praktis dan olah raga (practical and physical skills) yang meliputi keterampilan menguasai manual seperti pengggunaan informasi baru, alat-alat teknologi komunikasi, mesin-mesin baru, penggunaan instrumen musik, pekerjaan kerajinan tangan, olah raga, kecakapan hidup (keterampilan berpakaian dan bersolek, masak-memasak, menjaga kebersihan diri, dan keterampilan menjaga kebugaran dan stamina).

Gambar 1.1 menunjukkan kecenderungan jenis-jenis kompetensi tenaga kerja di negara maju Amerika Serikat selama 49 tahun yang ditandai dengan perubahan kompetensi yang semakin banyak dibutuhkan di masa yang akan datang yaitu Non-Routine Analytic dan Non-Routine Interpersonal. Adapun jenis kompetensi Routine Manual, Non Routine Manual, Routine Cognitive mengalami penurunan.

Hasil penelitian ini menginspirasi bahwa di tengah-tengah pasar kerja sedang mengalami perubahan kebutuhan kompetensi. Kompetensi yang terkait dengan berbagai jenis pekerjaan yang bersifat rutin semakin hari akan semakin berkurang sedangkan jenis-jenis kompetensi yang berkaitan dengan kemampuan berpikir kritis, inovasi, kemampuan bekerja sama, kemampuan beradaptasi, kemampuan untuk dapat membuat keputusan dengan cermat semakin banyak dibutuhkan.

Dalam kaitannya dengan sikap dan nilai-nilai; pendidikan dikembangkan atas dasar prinsip-prinsip dan keyakinan yang mempengaruhi pilihan seseorang, keputusannya, perilaku, dan tindakannya dalam mewujudkan kesejahteraan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan hidupnya. Nilai-nilai merupakan prinsip-prinsip pemandu yang menjadi pondasi keyakinan seseorang bahwa sesuatu itu merupakan hal yang penting ketika seseorang tersebut membuat suatu keputusan dalam kehidupan- nya. Nilai-nilai memiliki peranan penting dalam kehidupan seseorang karena nilai-nilai tersebut menentukan hal-hal yang menjadi prioritas ketika seseorang menentukan keputusan. Demikian pula niai-nilai akan menggerakkan tekadnya dalam berjuang mencari kemajuan hidupnya. Sikap merupakan wujud dari nilai-nilai dan keyakinan seseorang. Sikap merefleksikan suatu kecondongan seseorang dalam bereaksi terhadap sesuatu atau terhadap seseorang baik secara positif atau negatif. Sikap tersebut dapat bervariasi sesuai konteks dan situasi.

OECD (2020) menggarisbawahi adanya empat kategori nilai- nilai yaitu nilai-nilai personal (personal), sosial (social), kemasyarakatan (societal), dan kemanusiaan (human). Nilai-nilai personal berkaitan dengan diri seseorang sebagai makhuk individu, dan bagaimana seseorang tersebut berkeinginan menetapkan dan mengarahkan kehidupannya yang penuh makna dan mencapai tujuan hidupnnya.

Nilai-nilai sosial berkaitan dengan prinsip-prinsip dan keyakinan yang memengaruhi kualitas hubungan interpersonalnya. Nilai-nilai sosial tersebut berkaitan dengan bagaimana seseorang bersikap terhadap orang lain, dan bagaimana seseorang tersebut mengelola interaksi–termasuk ketika meng- hadapi konflik. Nilai-nilai sosial juga merefleksikan asumsi- asumsi kultural seperti kesejahteraan sosial; misalnya hal-hal yang membuat masyarakat dapat bekerja secara efektif. Nilai- nilai kemasyarakatan berkaitan dengan nilai-nilai budaya dan kehidupan masyarakat luas. Nilai-nilai ini akan mewarnai ketika seseorang hidup di tengah-tengah tatanan kehidupan sosial, berdemokrasi, dan ketika berhadapan dengan opini publik. Nilai- nilai kemanusiaan pada dasarnya nilai-nilai kemasyarakatan dalam konteks yang lebih luas pada skala kehidupan dan budaya yang luas yang umumnya diartikulasikan dalam deklarasi universal.

Tinggalkan Balasan

Kembali ke Atas
%d blogger menyukai ini: