Raja yang Rela Menjadi Tukang Kebun

Ibrahim bin Adham adalah raja yang sangat besar kekuasaannya. Kehidupannya yang mewah dan serba cukup, tidak membawa ketenangan kepada jiwanya, akhirnya raja ini memilih hidup sebagai rakyat biasa dengan mengambil upah sebagai tukang kebun.

Kebun yang dijaga oleh baginda itu memiliki banyak pohon delima. Dijaga kebun itu dengan amanah, patuh, dan rajin. Suatu hari datanglah pemilik kebun dan meminta Ibrahim membawakan sebiji delima yang masak dan manis. Ibrahim pun segera ke pohon delima untuk mencari buah delima yang paling masak.

Saat tuannya mencicipi delima tersebut, air mukanya berubah. Kemudian berkata: “Wahai Ibrahim tolong bawakan kepada aku sebiji delima yang lebih manis.” Sekali lagi Ibrahim pergi mencari buah delima yang lain, tanpa mengetahui mengapa tuannya itu menyuruh mengambil satu lagi. Setelah buah itu diberikan, dibuang oleh tuannya.

Karena terlalu marah, sebab buah yang dimakannya itu masih masam, ia pun berkata dengan suara yang keras: “Wahai Ibrahim! Heran sekali aku melihatmu. Sudah sekian lama engkau menjaga kebun, tidakkah engkau tahu yang masam dan manis?” Jawab Ibrahim dengan suara yang sopan: “Tuan, bukankah saya ini diamanati menjaga kebun agar selalu subur, tetapi tuan tidak memberi izin kepada saya memakan buahnya.” Betapa terkejutnya tuannya itu, saat mendengar jawapan tersebut. Tidak terduga sama sekali, besarnya sifat amanah yang ada pada tukang kebunnya itu, padahal ia sejatinya seorang raja besar.

(Sumber: Disadur dari 1001 Kisah Teladan, Islamic Electronic Book)

Tinggalkan Balasan

Kembali ke Atas
%d blogger menyukai ini: